SIDANG PERKARA PENINJAUAN KEMBALI RATU ATUT CHOSIYAH di PENGADILAN TIPIKOR Pada PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT.

Pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2021 telah dilangsungkan Sidang Permohonan Peninjauan Kembali terhadap Putusan Mahkamah Agung RI No. 285 K/Pid.Sus/2015 tertanggal 23 februari 2015 Jo. Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 72/PID/TPK/2014/PT.DKI tertanggal 18 November 2014 Jo. Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 44/PID.SUS/TPK/2014/PN.JKT.PST tertanggal 28 Agustus 2014 sebagaimana terdaftar dalam Register Akta No. 62/AKTA.PID.SUS/PK/TPK/2020/PN.JKt.Pst, atas nama Ratu Atut Chosiyah Selaku Pemohon Peninjauan Kembali.

Sidang dihadiri oleh Ratu Atut Chosiyah dengan didampingi Novian & Partners dengan agenda sidang Penyerahan Bukti-bukti Tertulis dan Pemohon Peninjauan Kembali dan Keterangan Ahli Hukum Pidana : Dr. Chairul Huda, SH.,MH.

Dalam Keterangan di bawah sumpah dan di hadapan persidangan , Dr. Chairul Huda, SH.,MH. menjelaskan mengenai alasan-alasan Permohonan Peninjauan Kembali dalam Perkara Pidana, adalah terdapat keadaan baru (Novum) yang dapat berupa alat bukti baru atau barang bukti baru yang belum pernah dihadirkan dalam persidangan sebelumnya. Adapun Alasan Kedua, apabila dalam pelbagai putusan ternyata telah bertentangan satu dengan yang lain. Dan alasan ketiga, adalah adanya kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata. Adanya kesalahan hukum dalam beracara merupakan salah satu bentuk kekeliruan yang nyata. Contohnya apabila terdapat rekaman yang telah dilakukan penjernihan suara / peningkatan kualitas audio (enhancing) yang dijadikan sebagai salah satu alat bukti, tetapi rekaman orisinal/ asli (yang belum ditingkatkan kualitas audionya) tidak pernah dihadirkan dalam pemeriksaan perkara, maka alat bukti rekaman yang telah dilakukan penjernihan suara / peningkatan kualitas audio (enhancing) tersebut menjadi tidak sah, Sehingga tindakan hakim yang menerima rekaman tersebut sebagai alat bukti merupakan bentuk dari kekeliruan yang nyata.

Sidang berikutnya akan dilangsungkan pada hari Rabu, 27 Januari 2021 dengan acara Pemeriksaan Ahli Digital Forensik yang dihadirkan oleh Pemohon Peninjauan Kembali.

 

Leave a Reply